- Ribuan Pencari Kerja Ramaikan BPJS Ketenagakerjaan Job Fair
- Aparat Keamanan Lakukan Patroli Bersama
- Tim U-15 Serahkan Piala Gubernur ke Walikota Batam
- Kepri Masih Alami Deflasi di April 2018
- Prihatin Tragedi Surabaya, BEI Kenakan Pita Hitam di Lengan
- Pelindo Siapkan 2.000 Tiket Mudik Gratis
- Cahaya Garden Jadi Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- 250 Lansia Sekupang Bergembira di Pantai Dangas
- Umat Muslim Batam Mengaji Bersama di Engku Putri
- Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final
Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Beri Seminar untuk Bidan
Berita Populer
- Sekolah SMA di Batam Gratis, Uang Komite Dihapuskan
- Gaji Tenaga Kontrak Pemko Batam Sesuai SHB
- Domisili Usaha Tak Perlu Diperpanjang Tiap Tahun
- Pensiunkan PNS Ijazah SMA, Pemko Tunggu Juknis Menpan RB
- Cek Proses KTP Cukup Lewat SMS
Berita Terkait
Media Center Batam - Dinas Kesehatan Kota Batam berpartisipasi dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi setelah kelahiran (AKI dan AKB). Salah satunya dengan mengedukasi tenaga kesehatan khususnya bidan.
Seminar Percepatan Penurunan AKI dan AKB dilaksanakan di Hotel BCC, Baloi, Batam, Kamis (13/10). Adapun pesertanya adalah 150 orang bidan di Kota Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan melalui seminar ini diharapkan dapat memotivasi bidan berikan pelayanan terbaik bagi ibu hamil, pasca melahirkan, dan bayinya.
"Angka kematian ibu dan bayi merupakan indikator kesehatan yang cukup penting. Secara nasional Indonesia bercita-cita menurunkan AKI hingga 70 per 100 ribu kelahiran dan AKB 12 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2030," kata Chandra.
Angka kematian ibu di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Pada 2007 terdata 227 per 100 ribu angka kematian ibu pasca melahirkan. Dan jumlahnya meningkat jadi 359 per 100 ribu pada 2012.
"Karena kesehatan ibu merupakan komponen penting dalam reproduksi maka kita mengajak bagaimana meningkatkan kualitas hidup keluarga," ujarnya.
Untuk Kota Batam, sambung Chandra, pada periode Januari-September 2016 terdata 20 ibu meninggal setelah melahirkan. Sebagian besar penyebabnya karena perdarahan.
Tak seperti sebelum-sebelumnya, ibu melahirkan meninggal ketika di rumah atau rumah bersalin. Sekarang lebih banyak yang meninggal di rumah sakit. Artinya penanganan kegawatdaruratan yang tidak tepat waktu.
"Untuk menurunkannya, caranya melalui peningkatan cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan, penanganan kegawatdaruratan yang sesuai dan tepat waktu. Diharapkan bidan bisa berikan prioritasnya," kata Chandra.
