- Ribuan Pencari Kerja Ramaikan BPJS Ketenagakerjaan Job Fair
- Aparat Keamanan Lakukan Patroli Bersama
- Tim U-15 Serahkan Piala Gubernur ke Walikota Batam
- Kepri Masih Alami Deflasi di April 2018
- Prihatin Tragedi Surabaya, BEI Kenakan Pita Hitam di Lengan
- Pelindo Siapkan 2.000 Tiket Mudik Gratis
- Cahaya Garden Jadi Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- 250 Lansia Sekupang Bergembira di Pantai Dangas
- Umat Muslim Batam Mengaji Bersama di Engku Putri
- Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final
Tingkatkan Kerjasama di 50 Tahun Indonesia-Singapura
Berita Populer
- Sekolah SMA di Batam Gratis, Uang Komite Dihapuskan
- Gaji Tenaga Kontrak Pemko Batam Sesuai SHB
- Domisili Usaha Tak Perlu Diperpanjang Tiap Tahun
- Pensiunkan PNS Ijazah SMA, Pemko Tunggu Juknis Menpan RB
- Cek Proses KTP Cukup Lewat SMS
Berita Terkait
Media Center Batam - Menteri Negara untuk Luar Negeri Singapura, Muhd Maliki Osman berkunjung ke Kantor Walikota Batam, Rabu (3/8). Kunjungan ini dalam rangka mempererat kerjasama antara Singapura dengan Kepulauan Riau khususnya Batam.
"Tahun depan kita merayakan 50 tahun kerjasama Indonesia-Singapura. Ini adalah kunjungan resmi pertama saya ke Batam sebagai bagian dari Kementerian Luar Negeri. Saya ke sini untuk mengunjungi teman baik dan ingin mempererat hubungan yang sudah terjalin selama ini," kata Maliki.
Menurutnya selama ini kerjasama antara Singapura dan Batam sudah terjalin cukup baik, terutama dalam bidang investasi dan pariwisata. Investor dan kunjungan wisatawan terbesar di Batam adalah dari Singapura.
"Ke depan saya rasa perlu saling mengenalkan pemuda dari kedua negara. Karena mereka yang akan melanjutkan kerjasama ini," ujarnya.
Pada pertemuan di ruang kerja Walikota Batam tersebut, Maliki bertanya seputar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ia menanyakan perbedaan antara KEK dan free trade zone (FTZ) yang selama ini sudah diterapkan di Batam. Karena menurutnya investor Singapura di Batam banyak yang bingung dengan regulasi tersebut.
"Kami minta rincian dan dasar hukumnya, supaya bisa disampaikan pada pelaku usaha," kata dia.
Walikota Batam, Muhammad Rudi menyambut baik kedatangan menteri senior Singapura tersebut. Menurutnya ini merupakan momentum bagus untuk mencari peluang dan menarik investasi lebih banyak di Batam.
"Apabila ada masalah tolong beri tahu. Selama wewenang ada di Pemko Batam, kami akan bantu selesaikan," katanya.
Sementara terkait perubahan FTZ menjadi KEK, menurut Rudi masih dibahas di pemerintah pusat. Saat ini masih berlaku FTZ untuk pengembangan investasi di Batam. Tapi tahun depan kawasan Rempang-Galang akan dibuka untuk investasi. Ini merupakan peluang bagus untuk peningkatan kerjasama Batam-Singapura.