- Ribuan Pencari Kerja Ramaikan BPJS Ketenagakerjaan Job Fair
- Aparat Keamanan Lakukan Patroli Bersama
- Tim U-15 Serahkan Piala Gubernur ke Walikota Batam
- Kepri Masih Alami Deflasi di April 2018
- Prihatin Tragedi Surabaya, BEI Kenakan Pita Hitam di Lengan
- Pelindo Siapkan 2.000 Tiket Mudik Gratis
- Cahaya Garden Jadi Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- 250 Lansia Sekupang Bergembira di Pantai Dangas
- Umat Muslim Batam Mengaji Bersama di Engku Putri
- Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final
Industri Galangan Kapal Masih Lesu
Berita Populer
- Sekolah SMA di Batam Gratis, Uang Komite Dihapuskan
- Gaji Tenaga Kontrak Pemko Batam Sesuai SHB
- Domisili Usaha Tak Perlu Diperpanjang Tiap Tahun
- Pensiunkan PNS Ijazah SMA, Pemko Tunggu Juknis Menpan RB
- Cek Proses KTP Cukup Lewat SMS
Berita Terkait
Media Center Batam - Perusahanaan galangan kapal sejak tiga tahun terakhir sepi order. Selain dampak ekonomi global, beragam persoalan yang ada di tanah air juga masih belum tertangani.
Menurut Sekretaris Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) Suri Teo, keadaan industri galangan kapal di Batam memang sangat lesu. Dalam tiga tahun terakhir catatannya, produksi paling banyak hanya sekitar 200 unit pertahun.
“Sekarang lagi sepi. Berebeda dengan beberapa tahun lalu, puncaknya itu 2011 hingga 2012. Rata-rata pertahun perusahaan galangan memproduksi tongkang 700 sampai 800 unit. Tug boat sekitar 200 unit dan kapal khusus sekitar 150 unit, ini secara keseluruhan. Produksi tersebut sekitar 70 persen orderan dari luar negeri,”kata Teo dalam diskusi Apa Kabar Galangan Kapal Batam?, yang ditaja oleh jurnalis Batam dengan dukungan penuh Bank Mandiri di Hotel Venesia Batam Center, Selasa (10/5).
Ia menjelaskan, krisis global menjadi salah satu penyebab sepinya industri galangan kapal di Batam. Padahal, daerah ini diketahui pusat industri pembuatan kapal. Diketahui ada sebanyak 114 perusahaan aktif dari 190 galangan yang ada di Indonesia.
Saat masa jayanya galangan kapal memag sangat menjanjikan, namun sekarang jauh berbeda. Bahkan ada perusahaan yang hingga dua tahun belum mendapat order. Persoalan dalam negeri, seperti kesiapan bahan baku lokal sangat minim sehingga harus mendatangkan dari luar negeri meski mendapat fasilitas Free Trade Zone (FTZ) juga menjadi salah satu faktor.
Katanya, industri ini bisa kembali jaya bila smelter di Indonesia terbangun. Maka konten lokal yang ada akan diangkut menuju daerah tersebut menggunakan kapal. Tentu ini akan menambah jalur kapal dilaut sehingga orderan dipastikan juga meningkat.
“Kita harapkan memang ada smelter,”katanya.
Hal senada disampaikan Direktur Lalu lintas Barang BP Batam Tri Novianto Putra. Program nawacita Prisedin Jokowi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia juga dapat menjadi tonggak kebangkitan industri galangan kapal.
“Kebijakan pemerintah yang mengharuskan kapal pemerintah harus dibuat di Indonesia juga sangat membantu. Dan kalau industri smelter terbangun traffic laut bisa jadi menigkat. Belum lagi paket-paket kebijakan terus dikeluarkan,”katanya.