Breaking News
- Ribuan Pencari Kerja Ramaikan BPJS Ketenagakerjaan Job Fair
- Aparat Keamanan Lakukan Patroli Bersama
- Tim U-15 Serahkan Piala Gubernur ke Walikota Batam
- Kepri Masih Alami Deflasi di April 2018
- Prihatin Tragedi Surabaya, BEI Kenakan Pita Hitam di Lengan
- Pelindo Siapkan 2.000 Tiket Mudik Gratis
- Cahaya Garden Jadi Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- 250 Lansia Sekupang Bergembira di Pantai Dangas
- Umat Muslim Batam Mengaji Bersama di Engku Putri
- Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final
BPBD Beli 2 Unit Floating Pump
Berita Populer
- Sekolah SMA di Batam Gratis, Uang Komite Dihapuskan
- Gaji Tenaga Kontrak Pemko Batam Sesuai SHB
- Domisili Usaha Tak Perlu Diperpanjang Tiap Tahun
- Pensiunkan PNS Ijazah SMA, Pemko Tunggu Juknis Menpan RB
- Cek Proses KTP Cukup Lewat SMS
Berita Terkait
Media Center Batam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam mengajukan pengadaan floating pump di tahun 2016 ini.
"Tahun ini kalau anggaran ada, akan kita coba floating pump. Diajukan dua unit, sifatnya mobile dan stand by di mobil. Tiap pos satu unit," kata Kepala BPBD Batam, Azman, Kamis (25/2).
Ia menjelaskan floating pump ini merupakan alat pemadam yang bisa dipakai untuk menyedot air dari mana saja. Sehingga tidak harus mencari hydrant terdekat dari lokasi kebakaran. Asalkan ada air yang menggenang, bisa dimanfaatkan untuk proses pemadaman api.
Menurutnya alat ini akan sangat membantu pemadam kebakaran terutama untuk di lokasi-lokasi yang tidak bisa dilalui mobil tanki dan fire truck, seperti di kawasan hutan.
"Kalau di hinterland, bisa ambil air dari laut. Ini sekaligus untuk antisipasi yang di pulau-pulau, meskipun angkanya kecil," ujarnya.
Selain menambah alat, BPBD melalui Bagian Aset Sekretariat Daerah Kota Batam juga sedang mengupayakan pengalihan aset dari Badan Pengusahaan Batam. Karena saat ini, Pemko baru memiliki satu pos pemadam kebakaran yang berlokasi di Tembesi. Serta satu pos di Sei Panas yang sifatnya pinjam pakai dari BP Batam. Di tiap pos, terdapat satu pasang mobil tanki dan fire truck.
"Di Batam itu ada tujuh pos. Satu yang induk di Duriangkang. Kita sedang upayakan pengalihan aset karena ini urusan wajib pemerintah daerah. Sekarang sudah di bagian aset, kita global mintanya. Bagian Aset yang urus," sebut Azman.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments