- Ribuan Pencari Kerja Ramaikan BPJS Ketenagakerjaan Job Fair
- Aparat Keamanan Lakukan Patroli Bersama
- Tim U-15 Serahkan Piala Gubernur ke Walikota Batam
- Kepri Masih Alami Deflasi di April 2018
- Prihatin Tragedi Surabaya, BEI Kenakan Pita Hitam di Lengan
- Pelindo Siapkan 2.000 Tiket Mudik Gratis
- Cahaya Garden Jadi Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- 250 Lansia Sekupang Bergembira di Pantai Dangas
- Umat Muslim Batam Mengaji Bersama di Engku Putri
- Tujuh Kaligrafi Batam Lolos ke Final
Dukung Pariwisata, Disnaker Perbanyak Sertifikasi Bidang Wisata
Berita Populer
- Sekolah SMA di Batam Gratis, Uang Komite Dihapuskan
- Gaji Tenaga Kontrak Pemko Batam Sesuai SHB
- Domisili Usaha Tak Perlu Diperpanjang Tiap Tahun
- Pensiunkan PNS Ijazah SMA, Pemko Tunggu Juknis Menpan RB
- Cek Proses KTP Cukup Lewat SMS
Berita Terkait
Media Center Batam - Dinas Tenaga Kerja Kota Batam akan memperbanyak sertifikasi untuk pekerja di bidang pariwisata pada 2018 mendatang. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rudi Sakyakirti mengatakan saat ini masih banyak pelaku pariwisata yang belum mendapatkan sertifikasi gratis dari Pemerintah Kota Batam.
"Pariwisata masih akan banyak tahun depan. Pelaku pariwisata masih ada yang belum dapat. Penambahan bidangnya juga sesuai RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah)," kata Rudi di Sekupang, Kamis (19/10).
Sertifikasi bidang pariwisata yang sudah terlaksana saat ini antara lain untuk petugas front office. Selain itu juga sertifikasi bagi terapis spa, pemandu wisata atau tour guide, dan sebagainya.
Beberapa bidang baru yang rencananya disertifikasi adalah staf kapal pesiar dan pemandu wisata selam (diving). Rudi mengatakan untuk kapal pesiar Disnaker usulkan sertifikasi 15 orang. Namun dari DPRD minta dua kali lipat jumlahnya.
"Kapal pesiar ini biaya memang agak besar, sekitar Rp 30 juta per orang. Tapi memang setelah sekolah agak tiga bulan, bisa langsung berangkat, gajinya besar," kata dia.
Pelatihan staf kapal pesiar ini akan menyasar tamatan SMK dengan target pekerjaan housekeeping. Dan rencananya akan dikhususkan bagi anak Batam.
"Kita mau coba dulu. Yang penting bisa berbahasa Inggris," ujarnya.
Sedangkan untuk pelatihan diving biayanya diperkirakan sekitar Rp 10-15 juta per orang. Pesertanya nanti akan dikoordinasikan dengan asosiasi pelaku usaha pariwisata bawah laut.
"Kenapa banyak kompetensi pariwisata, karena kami juga ingin meningkatkan kunjungan wisatawan melalui peningkatan kompetensi pelaku pariwisata," kata Rudi.
Ia menjelaskan, sertifikasi ini dilaksanakan dengan menggunakan dana perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Rencananya tahun 2018 sertifikasi ini akan menyentuh 2.400 pekerja di Batam.
Jumlah ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan di tahun 2017. Tahun ini Disnaker mengadakan 49 jenis pelatihan dan sertifikasi. Sebanyak 20 jenis sertifikasi untuk 646 pencari kerja, dan 29 jenis sertifikasi untuk 2.326 pekerja.
![Iklan Bawah Detail Berita](foto_iklantengah/45149ppid.jpg)