Batam – Kebesaran Allah memang tidak perlu diragukan. Karena kuasanya seorang buta sekalipun dengan izinya memiliki kemampun membaca Al-Quran dengan fasih dan tajwid yang benar serta nada yang menawan. Hal ini tercermin dalam lomba tilawah golongan cacat netra pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)Nnasional ke XXV.
Tanpa melihat, ia mampu membaca hanya dengan sentuhan lembut tangan pada Al-Quran dan hafalan yang dimiliki. Dihari pertama, lomba MTQ cabang tilawah kategori cacat netra (Canet) ini berlangsung di Aula Arafah Asrama Haji, Sabtu (7/6).
Dalam lomba ini diikuti 53 peserta dari 28 provinsi. 28 laki-laki dan 25 perempuan. Koordinator kegiatan Canet M Aris mengatakan, ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan 12 juri, diantaranya suara, fasohah, lagu dan suara.
“Mulai hari ini sampai nanti Rabu (11/6) merupakan babak penyisihan. Besoknya baru final,”kata Aris, ditemui disela-sela perlombaan yang dimulai pada pukul 14.30 Wib.
Dalam babak penyisihan ini, setiap hari akan ada dua belas peserta yang tampil putra dan putri. Dimana setiap harinya diseleksi masing-masing dan masuk ke babak selanjutnya hanya tiga orang. Dengan demikian, lanjut Aris penilaian akan keluar siapa-siapa yang akan maju dalam final.
Dalam final nanti hanya akan tersisa 12 peserta baik putra maupun putri. Setelah kembali bertanding maka akan diambil tiga nilai tertinggi untuk ditetapkan menjadi pemenang.
“Untuk bacaan, mereka memberi pilihan kepada dewan juri. Sebelum bertanding pilihannya akan diundi oleh juri untuk kemudian dibaca,”jelas Aris sembari mengatakan kategori ini tidak dipilah sesuai batasan umur.











