HUMAS PEMKO BATAM– Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperindah dan mempercantik kawasan Nagoya. Melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, sejak 26 Maret lalu telah dilakukan “mencoret” dinding dengan mural. Tembok pembatasan tanah di beberapa lokasi pelebaran jalan di Nagoya kini mulai dihiasi mural. Tepatnya di jalan Teuku Umar di depan Graha Sulaiman, depan Masjid Al Falah, seberang Hotel Evitel, dan depan Plaza Telkom.
“Pengerjaan sudah dimulai sejak 26 maret lalu, perkiraan selesainya pada 9 mei nanti,” kata kepala Bidang Pertemanan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam Irwan, Minggu (1/4).
Ia mengatakan ‘mencoret’ dinding dengan mural dilakukan oleh pemural asli Batam. Meraka diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dengan desain yang telah disiapkan oleh pemerintah Kota (Pemko) Batam. Untuk kali ini lima orang pemural yang terlibat untuk melukis.
Tak hanya itu, rencananya setiap tembok pembatas tanah di lokasi-lokasi pelebaran jalan tak akan dibiarkan kosong. Untuk itu, Pemko Batam terus menjalin komunikasi dan menunggu Corporate Social Responsibility (CSR) berbagai perusahaan untuk bergabung mempercantik Kota Batam.
Sebelumnya titik di Simpang Gelael tepatnya depan Perumahan Rosedale sudah dipercantik mural yang merupakan kerjasama dengan PT Perusahan Gas Negara (PGN). Pekerjaan saat ini menurutnya kerja sama dengan Bank Mandiri.
Desain mural di pusat bisnis tersebut mengusung model desain WPAP atau Wedha’s Pop Art Potrait. Ia menerangkan konsep semisal desain gambar kotak-kotak dan diberi warna-warna khusus, pemural kelak akan membubuhi berbagai gambar ikon Kota Batam di dalamnya.
Berbagai gambar dan pesan mulai nampak, di lokasi pengerjaan. Seperti gambar pendekar khas melayu, juga kata-kata seperti “Spirit Memakmurkan Negeri” dengan latar belakang gambar kegiatan labuh kapal dan industri galangan.
Ia mengungkapkan, tak hanya mural, pihak swasta yang berminat juga dapat menyertakan hal lain seperti tanaman pada tembok tersebut. “Saat ini kan dengan mural, bisa juga dengan hiasan lain misalnya rambatan tanaman,” kata dia. ***












