HUMAS PROTOKOL BATAM- Kegiatan bazar sembako murah di hari ke sepuluh dilaksanakan di Kecamatan Galang. Kemarin, Sabtu (4/11) masyarakat Kecamatan Bulang berbondong ke Lapangan Pulau Buluh untuk mendapatkan paket sembako murah yang dijual Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dengan harga Rp50 ribu.
Penjualan bazar sembako murah ini dimulai setelah Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada perwakilan warga. Hadir dalam acara pembukaan bazar sembako murah Anggota. DPRD Provinsi Kepri Dr. Tengku Afrizal, Kadis Perkim Herman Rozie dan Kadis UKM Suleiman Nababan.
Adapun jumlah paket sembako yang didistribusikan di Kecamatan Bulang berjumlah 2.150 paket. Dalam sambutannya Wako mengatakan kegiatan ini disejalankan dengan penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Warga Kecamatan Bulang yang menerima KIS berjumlah Kis 1.286 jiwa untuk 586 kepala keluarga (KK).
Menanggapi kegiatan yang dilakukan Pemko Batam ini, anggota DPRD Provinsi Kepri Dr. Tengku Afrizal sangat mengapresiasi akan kepedulian Pemko Batam. Program ini menurutnya sangat membantu masyarakat terutama di daerah pulau-pulau. Berdasarkan hasil reses masyarakat juga menanyakan tentang kartu BPJS maupun KIS.
Karena masih banyak warga pulau pesisir yang belum memiliki kartu tersebut. Sehingga ketika mereka sakit masyarakat mengeluarkan biaya yangg besar karena harus membayar sendiri ditambah transportasi karena di rawat di rumah sakit yang ada di Batam. Ia berharap pada tahun depan seluruh masyarakat pulau sudah memiliki kartu KIS atau BPJS.
Sementara itu tokoh masyarakat Pulau Buluh sekaligus menjabat sebagai ketua LpM, Rudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Batam atas program yg membantu masyarakat pulau khususnya masyarakat di Pulau Buluh.
Ia juga menyampaikan masyarakat Kecamatan Bulang yang sebagian besar nelayan ini tidak hanya ingin bantuan yg sifatnya habis tetapi juga tetap memberikan bantuan-bantuan untuk usaha masyarakat.
Dalam sambutannya Wali Kota menyampaikan bahwa pada tahun depan akan menaikan jumlah sembako murah setiap kelurahan. Untuk pulau akan diantar sampai di kelurahan sehingga tidak membebani transportasi masyarakat.
Menanggapi permasalahan pengelolaan air di Pulau Buluh, Wali Kota mengharapkan agar dilakukan musyawarah dengan baik sehingga permasalahan pembayaran air bisa segera diselesaikan.
Pada tahun 2011, pemerintah sudah membangun jaringan air bawah laut dari pelabuhan Sagulung ke Pulau Buluh. Untuk pengelolaan di Pulau Buluh dikelola koperasi masyarakat. Namun bebarapa kali ganti pengelolaan karena bermasalah pembayaran ke ATB. Namun masyarakat difasilitasi camat dan lurah Pulau Buluh dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sudah melakukan musyawarah. Telah disepakati pengelolaan air di Pulau Buluh saat ini dikelola oleh UPT di bawah pengelolaan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.(HP)












