HUMAS PROTOKOL BATAM- Untuk bersinergi membangun Batam, Rabu (25/10) digelar Silahturahmi bersama Gubernur Provinsi Kepri, FKPD Kepri, Wali Kota Batam, FKPD Batam, BP Batam bersama tokoh masyarakat instansi vertikal dan dunia usaha di Swiss Bel Hotel. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun, Kapolda Kepri, Sam Budigusdian, Wali Kota (Wako) Batam, Muhammad Rudi, Ketua BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak serta perwakilan FKPD tingkat Kota Batam dan FKPD Provinsi Kepri.
Dalam sambutannya selaku Ketua BP yang baru, Lukita mengatakan bahwa ia dan jajarannya yang baru dilantik merupakan bagian dari Kota Batam. Apa yang diamanahkan oleh Dewan Kawasan (DK) menurutnya tidak bisa dicapai tanpa dukungan dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. “Kami tidak bisa kerja sendiri tanpa dukungan dari stake holder dalam menjalankan amanah. Jika apa yang menjadi niat, tekad kita lakukan bersama maka tidak ada masalah yang tidak bisa selesai,” katanya semangat.
Menurutnya ada beberapa program kerja yang menjadi prioritas dalam memajukan Batam. Program pertama, membangun kerjasama untuk sinergi bersama dengan stake holder. Pemko Batam, akan fokus menangani pemukiman dan pelayanan publik, BP Batam akan fokus pada urusan yang berkaitan dengan kemajuan ekonomi Batam. “Aset-aset yang mendukung Pemko Batam untuk melayani kebutuhan publik akan kami serahkan segera. Kami nanti akan fokus pada industri,” janjinya.
Program selanjutnya akan melakukan transformasi dari FTZ menjadi KEK. Ia mengatakan bahwa dengan beralihnya FTZ menjadi KEK, tidak akan menghilangkan fasilitas yang ada selama ini. Untuk meningkatkan investasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaku usaha. Pihaknya telah menjadwalkan pertemuan dengan APINDO dan KADIN serta pengelola pelabuhan. Kepada gubernur, Lukita akan meminta agar perizinan investasi disederhanakan. Bahkan ia ingin ke depan pengurusan perizinan dapat dilakukan tanpa harus melakukan tatap muka. Sebagai bagian dari Batam, ia ingin Batam tumbuh menjadi kota yang indah, nyaman dan perekomian lebih baik dan ia berkomitmen agar itu terwujud.
“Melalui dialog ini merupakan salah satu cara mencari jalan keluar. Kita akan mencari upaya-upaya bagaimana imvestasi lebih menarik. Jika terbentur dengan regulasi yang lebih tinggi maka akan kita sampaikan ke DK. Kami tidak bisa kerja sendiri, kami membutuhkan dukungan dari gubernur, FKPD, Walikota yang merupakan sahabat saya dan tokoh-tokoh masyarakat. Kami butuh usulan yang baik demi kemajuan Batam,” katanya mengakhiri.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan bahwa dialog ini sebelumnya diawali dengan rapat koordinasi membahas FTZ dan KEK. Dalam pertemuan itu Wako mengajak untuk bersama-sama membangun Batam dan meningkatkan perekonomian Batam menjadi 7 persen. Untuk kemajuan Batam itu sendiri, Wako bersedia menyerahkan perizinan yang ada di Pemko Batam kepada BP Batam. Wako juga mengingatkan kepada Ormas dan LSM agar tidak membuat isu ataupun percaya dengan isu yang beredar di media social. Hal tersebut menurutnya akan membuat masyarakat Batam terpecah belah.
“Pertumuhan ekonomi harus ke atas, inflasi harus ke bawah. Badai sudah berlalu, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Ayo kita bangun Batam dan kita tingkan ekonomi Batam,” katanya semangat.
Dilanjutkan oleh Kapolda Kepri, Sam Budigusdian mengatakan bahwa masyarakat Batam menyambut baik kehadiran ketua BP Batam yang baru. Harapan masyarakat Batam dengan adanya kebijakan baru yang nantinya akan dibuat dapat menjadikan Batam kembali bergairah. Kapolda juga menyinggung tentang pasar, baik pasar modern maupun tradisional yang pengelolaannya tidak baik. Kapolda berpendapat bahwa perputaran ekonomi tidak lepas dari pasar. Untuk itu ia meminta agar pengelolaan pasar dilakukan oleh pemerintah agar ekonomi berkembang.
Melalui sinergi yang dilakukan Pemko Batam dan BP Batam, Kapolda mengimbau agar jangan ada yang menganggu. “Ciptakan suasana kondusif. Kebijakan-kebijakan harus pro dengan rakyat. Kabinet BP Batam yang sekarang merupakan orang-orang pilihan. Kita harus bersabar, jangan sampai memaksa beliau untuk mengambil kebijakan yang tidak populer,” sebutnya.
Senada dengan yang disampaikan oleh Kapolda, Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun mengatakan bahwa pergantian kepemimpinan Ketua BP merupakan harapan bagi masyarakat Kepri dan Batam untuk ekonomi menjadi lebih baik. Ke depan bagaimana Batam mampu berdaya saing, memiliki lapangan pekerjaan dan ekonomi meningkat. Menurutnya pimpinan BP Batam yang baru tidak perlu khawatir karena stake holder bersama dengan FKPD akan membantu.
“Ini tanggungjawab kita semua. Tidak akan dibebankan ke BP Batam karena ini merupakan kerja bersama dan dikelola bersama agar tujuan tercapai” ungkapnya.
Dalam acara kemarin juga terjadi dialog langsung antara tokoh masyarakat dan pelaku usaha, Wali Kota dan Ketua BP. Beberapa hal yang ditanyakan berkaitan dengan persoalan lahan, IPH yang berdampak pada menurunnya BPHTB, Fatwa Planologi, peralihan dari FTZ ke KEK serta kampung tua yang ada di Batam. Dialog dipimpin oleh Anggota DPRD Provinsi Kepri, Taba Iskandar. Diantaranya yang menyampaikan pertanyaan, Onward C Siahaan, Marganas Nainggolan dan Ketua REI Kota Batam.(HP)












