Perlu Evaluasi Untuk Menjadi Lebih Baik : HUT Provinsi Kepri ke-15 Tahun

0
204

HUMAS PROTOKOL BATAM – Bertambahnya usia merupakan momentum untuk melakukan evaluasi dan koreksi atas apa yang dilakukan ditahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Batam, Amsakar Achmad dalam sempena memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Kepri yang ke- 15 tahun. Terhadap apa yang telah dicapai selama ini menurutnya tidak boleh berpuas diri, melainkan terus melakukan terobosan-terobosan terutama yang berkaitan dengan pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pada prinsipnya apa yang dilakukan tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. Jika setara, maka akan masuk kelompok merugi,” sebutnya.

Melalui sambutan yang dibacakan Wawako dalam upacara memperingati HUT Provinsi Kepri, Senin (15/9) di Dataran Engku Putri, bahwa Provinsi Kepri fokus pada pengembangan infrastruktur dasar. Diantaranya proyek strategis yang dilaksanakan pembangunan dan pengembangan Jalan Simpang Calista-Simpang Fenky Kota Batam dan di delapan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri. Dibidang pendidikan terlihat dengan meningkatnya kualitas pendidikan. Beberapa yang menjadi indikator angka partisipasi murni (APM) SD/MI yang mencapai 97,38 persen, APM SMP/MTS sebesar 95,16 persen dan APM SMA/MA/SMK sebesar 74,59 persem di tahun 2016.

Dibidang pariwisata, Kota Batam sebagai kawasan wisata kota, wisata bahari dan wisata MICE, wisata minat khusus, wisata terpadu, eksklusif, wisata agro dan wisata alam. Untuk jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara  (Wisman) ke Provinsi Kepri selama tahun 2016 sebanyak 1.920.232 orang. Dibidang kemiskinan mengalami penurunan dari 6,83 persen di tahun 2012 menjadi 5,84 persen pada tahun 2016.

Indeks pembangunan manusia (IPM) di Provinsi Kepri telah mencapai angka 73,99. Angka ini meningkat 0,24 poin jika dibandingkan dengan IPM tahun 2015 sebesar 73,75. Untuk indeks kebahagiaan tahun 2017 merupakan indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi yaitu kepuasan hidup,perasaan dan makna hidup. Pada tahun 2016 mencapai angka sebesar 73,11. Angka ini meningkat dari tahun 2014 yang mencapai angka 72,42. Indeks kebahagiaan masyarakat Kepri merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatra dan lebih tinggi dari indeks kebahagiaan nasional sebesar 70,69.

“Dari indikator yang dicapai cukup membanggakan selama 15 tahun Provinsi Kepri berdiri. Tapi kita tetap perlu melakukan evaluasi, keberhasilan itu bukan data statistic saja. Bersyukur dengan pencapaian karena disana kolektifitas antara FKPD dengan pemerintah, pemerintah dengan masyarakat dan pemerintah dengan DPRD terbangun,” katanya kepada wartawan.

Diantaranya penghargaan yang berhasil diraih diantaranya laporan hasil pemeriksaan BPK RI tahun 2016 dengan opini wajar tanpa pengecualian. (HP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here