BATAM – Seluruh warga pulau Pemping terasa lebih gembira menyambut bulan Ramadhan tahun ini. Tak lain dikarekan pada Ramadhan ini pulau yang dijadikan sebagai jalur persimpangan pipa gas untuk Singapura dan Batam tersebut telah dialiri listrik dan terang benderang.
“ini berkah Ramadhan, setelah menunggu beberapa waktu akhirnya masyarakat pulau pemping dapat menikmati listrik”, ujar Walikota Batam Ahmad Dahlan saat meresmikan operasional listrik di pulau Pemping, Senin (22/6).
Peresmian listrik di Pemping ini disejalankan dengan rangkaian safari Ramadhan Walikota Batam yang datang didampingi Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, Kapolresta Barelang, Asep Safrudin, Wakil Ketua DPRD Iwan Setiawan dan jajaran SKPD di lingkungan Kota Batam.
Ahmad Dahlan menambahkan pengadaan infrastruktur ini tidak lepas dari peranan konsorsium perusahaan maupun BUMN yang ikut terlibat hingga listrik di Pemping dapat menyala melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kehadiran listrik di wilayah hinterland ini juga menjadi upaya Pemko Batam untuk terus meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.
“Program bantuan listrik ini sangat berarti bagi masyarakat pulau Pemping. Kini mereka bisa hidup seperti rakyat Indonesia lainnya yang telah menikmati listrik. Kami berharap hadirnya listrik berbasis gas bumi ini akan semakin mendorong produktivitas warga, sehingga kesejahteraan mereka semakin membaik”, jelas Dahlan.
Sebelum mengunjungi Pemping, Wako bersama rombongan melaksanakan safari Ramadhan di Masjid Janatul Firdaus, kampung Jawa, Kelurahan Sekanak Raya. Di masjid yang terletak di kecamatan Belakang Padang ini, Wako melakukan buka puasa bersama dan sholat maghrib berjamaah sembari bersosialisasi program air bersih yang rencananya akan dilakukan di Belakang Padang.
Menurut Ahmad Dahlan, beberapa tahun terakhir dilakukan perencanaan penyaluran air bersih dari Sekupang ke Belakang Padang melalui jalur pipa bawah laut. Namun dikarenakan selat yang rencana akan dilalui pipa tersebut merupakan jalur pelayaran internasional sehingga ada persyaratan-persyaratan khusus yang sulit direalisasikan yakni kedalaman penanaman pipa air bersih tersebut.
“3 tahun yang lalu dari kementerian PU sudah merencanakan menyalurkan melalui pipa bawah laut. Tapi karena disitu jalur pelayaran internasional maka susah menanam pipanya karena kedalamannya harus minimal 2 meter dibawah dasar laut bahkan ada yang sampai 4 meter”, ujar Dahlan.
Namun jelang Ramadhan tahun ini kementerian PU jelas Dahlan kembali memberikan solusi penyediaan air bersih di Belakang Padang melalui cara penjernihan atau penyulingan dari air laut menjadi air tawar yang siap langsung diminum. Dalam kesempatan tersebut Wako menanyakan kesiapan warga untuk menerima program tersebut atau tidak mengingat adanya biaya yang lebih mahal dibandingkan harga air bersih di mainland dikarenakan adanya proses penjernihan tersebut. Menanggapi hal tersebut, warga Belakang Padang setuju dengan adanya program ini namun berharap adanya subsidi dari pemerintah untuk meringankan harga air bersih per kubik yang harus dibayarkan oleh masyarakat. “Alhamdulillah kalau kita sepakat. Untuk masalah harga dan subsidi akan kita konsultasikan dulu bersama DPRD kota Batam karena ini ada anggaran yang harus di bahas lebih lanjut”, pungkas Ahmad Dahlan.











