Jabar dan Maluku Pimpin Nilai Tertinggi Tilawah Remaja Pada MTQ XXV

0
163

Batam – Hari kedua perlombaan cabang tilawah remaja pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional ke XXV nilai tertinggi masih dipegang khafilah dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Maluku untuk putra dan dari Papua Barat untuk putri. Dalam perlombaan dua hari ini sudah 26 orang yang bertanding untuk berebut masuk pada babak final.

Khafilah atas nama Ilham Mahmudin dari Jabar dan Abdul Sengkang Gurium dari Maluku memiliki nilai sama, yakni 93.33. Sementara Munayah khafilah Putri dari Papua Barat memilki nilai 91. Mereka semua bertanding pada hari pertama pelaksanaan, Sabtu (7/6).

Dihari kedua, untuk putra Fajar Mulya dari Sumsel, dan Adnan dari Sumut  mendapat nilai tertinggi 91. Untuk putri, Alfiaturrohmaniah dari Sumsel dan Femty Manda Putri dari Riau mendapat nilai yang sama, yakni 91. Artinya, dua putri ini memiliki nilai yang sama dengan Munayah yang bertanding pada hari pertama.

Koordinator lomba cabang tilawah remaja Zulkarnain Umar mengatakan, ada 66 peserta keseluruhan yang akan bertanding pada cabang tilawah remaja dan merupakan utusan masing-masing provinsi. 33 putra dan 33 putri. Mekanisme pertandingan, mereka akan tampil semua baru kemudian dirangking. Siapa yang memiliki nilai tertinggi maka, mereka akan masuk final.

“Jadi mereka akan tampil dulu semua. Nanti setelah mendapat penilaian, nilai yang tertinggi yang masuk final. Artinya, nilai yang tertinggi semalam dari Jabar dan Maluku belum tentu masuk final. Siapa tau nanti ada yang nilai nya lebih tinggi,”jelas Zulkarnain, ditemuai usai pelaksanaan lomba hari kedua, di arena utama Astaka engku putri, Minggu (8/6).

Ia menjelaskan, dalam babak final nanti, hanya enam peserta putra dan putri memiliki nilai tertinggi diambil untuk kembali diadu pada final, Kamis (12/6). Karena itu, setiap hari akan tampil 14 peserta dimulai pukul 14.00 Wib hingga sore untuk dilakukan peringkat rangking. Ada 12 dewan juri yang akan memberikan empat kategori penilaian. Diantaranya, suara, tajwid, fasohah dan lagu. Setiap kategori penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri.

Untuk cabang ini, bahan bacaan setiap peserta (Maqrok) diambil sehari sebelum jadwal pertandingan peserta dilaksanakan dengan sistem undian. Artinya, peserta hanya diberikan waktu satu malam untuk menguasai materi bacaan.

“Kalau nomor tampil, diundi saat mau dimulai pertandingan. Kalau maqroknya sehari sebelumnya yang sudah ditentukan dewan hakim, untuk perlombaan mereka diberikan waktu 10 menit. Beda dengan tilawah dewasa, yang maqroknya saat pertandingan baru diambil,”jelasnya.

Sementara itu, dari 24 yang sudah tampil, khafilah Provinsi Kepulauan Riau cabang tilawah remaja akan tampil di hari ketiga, Senin (9/6). Kata Zulkarnain, untuk tilawah ini pesertanya berusia dari 14 hingga 19 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here