BATAM – Indonesia dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang terampil, kreatif serta beragam. Keanekaragaman dan keunggulan produk kreatif Indonesia yang telah dikenal luas di dalam dan luar negeri ini senantiasa perlu dikembangkan dan dipromosikan agar dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional yang handal serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Wahid Supriyadi, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Ekonomi, Sosial dan Kebudayaan saat membuka konvensi temu Duta Besar dengan tema Strategi Menembus Pasar Fesyen Muslim dan Kuliner Halal Di luar Negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dalam rangkaian penyelenggaraan Pekan Produk Kreatif Indonesia VIII di Hotel Harris Batam Centre, Minggu (8/6).
Wahid menambahkan kemenlu selalu terlibat aktif pada penyelenggaraan konvensi PPKI setiap tahunnya. Dalam temu duta besar tersebut, Kemenlu mengundang Duta Besar RI untuk Saudi Arabia, Pakistan, Rusia dan Turki yang akan mempresentasikan mengenai perbandingan dan peluang bisnis fashion dan kuliner Indonesia di luar negeri. “ Para duta besar ini akan memberikan paparan mengenai potensi kuliner dan fashion Indonesia dalam upaya-upaya promosi produk kreatif Indonesia ke Luar Negeri. Langkah-langkah promosi ini dimaksudkan untuk memperluas pangsa pasar dengan mempertemukan para pengusaha Indonesia dengan buyers yang potensial”, ujarnya didepan ratusan pelaku UKM yang hadir dalam acara tersebut.
Temu Duta Besar ini secara umum adalah langkah Indonesia dalam meningkatkan ekspor dan memperluas pasar produk ekonomi kreatif Indonesia, memperkenalkan potensi serta produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional, menjadikan warisan budaya untuk dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia, menumbuhkan ekonomi kreatif yang berbasis pada budaya sendiri yang dapat dikembangkan di Indonesia dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengukur kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian negara.
Sementara itu Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam sambutannya menyampaikan era globalisasi telah membuka peluang dan permintaan yang sangat besar terhadap produk kreatif. Oleh karenanya produk kreatif Indonesia perlu diberdayakan secara optimal sehingga menjadi salah satu kekuatan ekonomi. Dirinya juga meminta para pelaku usaha yang mengikuti acara tersebut dapat memanfaatkan acara ini dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk-produk kreatif yang dihasilkan agar mampu diterima dengan baik di luar negeri. Ahmad Dahlan menambahkan trend pakaian dan kuliner yang bersertifikasi halal semakin berkembang dan sudah menjadi kebutuhan terutama bagi negara-negara islam maupun berpenduduk mayoritas muslim. Terkait rencana Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif yang menargetkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2020, dirinya mengatakan Kota Batam siap mendukung program tersebut mengingat lokasi Batam yang strategis berdekatan dengan negara-negara tetangga dan merupakan kota yang didesain sebagai kota industri, perdagangan dan pariwisata.
“Batam akan kita arahkan kesana dan harus memiliki peranan penting rencana Indonesia menjadi pusat fesyen muslim dunia pada 2020. Batam memiliki potensi yang kuat, pengusaha-pengusaha dan entrepreneur muda yang handal serta lokasi batam yang stategis diharapkan mampu sebagai salah satu sentra produksi dan pemasaran bagi produk-produk kreatif tersebut” , tutur Ahmad Dahlan.











