Perlancar Penerimaan Siswa Baru, Operator PPDB Dapat Pelatihan

0
167

BATAM – Wakil Walikota Batam, Rudi membuka pelatihan operator Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2014, Selasa (3/6) di Hotel Vista. Pelatihan ini untuk memperlancar proses PPDB sekaligus memberikan pelayanan pada masyarakat secara transparan, obyektif, memenuhi rasa keadilan dan akuntabel.

Ketua panitia, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Yahya mengatakan kegiatan ini diikuti 220 orang yang terdiri dari 103 orang operator Sekolah Dasar (SD), 66 orang operator Sekolah Menengah Pertama (SMP), 22 orang operatot Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 14 orang operator Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Para peserta akan mendapatkan materi dengan narasumber dari Pusat Informasi dan Teknologi (Pustekkom) Kemendikbud Jakarta,” katanya.

Yahya menjelaskan, penerimaan siswa secara online merupakan amanat Perda Kota Batam nomor 17 tahun 2010 Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap proses pelaksanaan PPDB serta meningkatkan kemampuan operator sekolah dalam pengelolaan data peserta PPDB. “Dengan melakukan pelatihan kepada para operator PPDB Online, operator diberikan bekal pengetahuan dasar, serta kemampuan untuk menjadi operator di sekolahnya masing-masing. Sekaligus memperoleh data yang akurat,” paparnya.

Penerimaan siswa baru tahun ini, sebut Yahya menggunakan sistem rayonisasi. SD sebanyak 30 rayon, SMP 12 rayon dan SMA 5 rayon. Pendaftaran PPDB regular digelar 1-14 Juli 2014 sedangkan sekolah unggulan 26-28 Juni 2014. “Sementara sekolah unggulan tidak menggunakan sistem rayon,” imbuh Yahya.

Wakil Walikota Batam, Rudi mengatakan pada dasarnya pelaksanaan PPDB merupakan usaha bersama supaya keinginan masyarakat Batam bisa menyekolahkan anaknya. “Tahun ke tahun, Pemko Batam mencoba memperbaiki sistem penerimaan siswa baru,” katanya.

Tetapi yang terpenting dalam pelaksanaanya, seluruh masyarakat diberikan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dikota Batam. Untuk itu, kepada para operator yang hari ini mendapatkan pelatihan, dalam pelaksanaan PPDB Online ini,  Rudi meminta berhati-hati karena operator harus berhadapan langsung dan melayani masyarakat. Operator PPDB, sebut Rudi merupakan ujung tombak pelaksanaan penerimaan siswa baru. Tak bisa dipungkiri, imbuhnya, operator akan mendapat tekanan dari berbagai pihak. “Namun tetap lah pada aturan. Jangan membuka peluang terjadinya kecurangan,” tegasnya.

Terkait rayonisasi dalam penerimaan siswa baru, hanya boleh mendaftar di sekolah yang lokasinya tidak jauh dari wilayah tempat tinggal. Pemko Batam beralih menggunakan sistem ini karena meyakini akan lebih adil dan aman terhadap anak karena bersekolah dekat rumah. Selain itu juga diyakini memudahkan orang tua yang hendak mengantar jemput atau memantau perkembangan anak di sekolah.

Sementara jika menggunakan sistem online seperti yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya, sebaran sekolah tidak merata dan menyulitkan anak dan orang tua karena bersekolah jauh dari tempat tinggalnya. “Hal ini tentu akan membantu dari segi ekonomi karena orang tuatidak usah mengeluarkan ongkos transport yang besar,” aku Rudi.

Namun, sebut Rudi, untuk sekolah unggulan bertaraf internasional tidak menggunakan sistem rayon. Yakni, SMAN 1, SMAN 3, SMKN 1, SMPN 6 dan SMPN 3. “Sekolah ungulan merupakan kebanggaan Batam dalam dunia pendidikan,” papar Rudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here