Wawako Tinjau Parit dan Gorong-gorong di Nagoya-Jodoh

2
125

BATAM – Wakil Walikota Batam, Rudi meninjau parit dan gorong-gorong di kawasan Nagoya-Jodoh, Jum’at (30/5). Peninjauan ini dilakukan sebagai antisipasi penanggulangan banjir akibat penyumbatan parit dan gorong-gorong.

Dalam peninjaun tersebut, Rudi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam, Yumasnur, Kepala Dinas Tata Kota, Gintoyono serta Camat Batuampar, Leo Putra. Kawasan Nagoya dan Jodoh merupakan muka Kota Batam yang banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Beberapa parit dan gorong-gorong yang terdapat di kawasan Nagoya-Jodoh pada dasarnya baik dan layak. Namun, ada juga beberapa parit yang berpotensi menyebabkan banjir. Diantaranya parit di ruko dekar Rumah Makan Angin Mamiri Nagoya. Paritnya berpotensi banjir karena longsoran tanah dan pasir dari lahan yang sudah di cut and fill. “Pihak yang sudah mengeluarkan izin cut and fill harusnya mengawasi jangan sampai seperti ini,” katanya.

Parit tersebut sudah tertutupi pasir dan tanah dari lahan yang berda di atasnya. Lahan tersebut rencananya akan dibangun villa. Tanah dan pasir tersebut terbawa arus air sampai ke parit tersebut dan menggenang.

Melihat kondisi seperti itu, Rudi memerintahkan pihak Kecamatan memanggil pemilik lahan tersebut dan mencari solusinya. “Di tanam pohon atau besi penyangga, apa saja lah yang penting bisa mencegah kerusakan lebih jauh yang pada akhirnya bisa membuat banjir,” paparnya.

Selain di wilayah tersebjt, parit yang membutuhkan perhatian khusus yakni di samping Gereja Immanuel dan merupakan kawasan Hotel Godes. Parit tersbut sudah tertutup sampah yang merupakan kiriman dari perumahan yang ada di belakang gereja tersebut. Rudi meminta pihak hotel ikut membersihkan parit tersebut.

Selain itu, Rudi juga memantau kondisi jalan di sekitar kawasan Nagoya-Jodoh. Menurutnya beberpa ruas jalan perlu di perlebar dan dibuat dua lajur untuk menghindari kemacetan.

2 COMMENTS

  1. Yth Pak Rudi
    Setelah mengikuti berita tentang sepak terjang Bapak Wawako-Rudi tentang kepedulian Pak Wawako terhadap masalah Banjir, saya yakin bahwa keluhan kami ini adalah kami sampaikan kepada Pemimpin kami yang tepat yaitu Pak Rudi. Kami adalah warga Masyeba Kirana Batam Center yang sudah hampir tujuh (7) tahun tinggal disana tidak pernah mengalami Banjir.Tetapi saat ini dengan adanya Mega Proyek PT Fanindo – Botania II, perumahan kami sudah 2 kali kena Banjir itu dikarenakan PT Fanindo menutup (atas) parit yang menjadi saluran/parit utama perumahan Griya KPN, Mayeba Kirana, Batara Raya dan sekitarnya. Pada hari selasa 27 Mei 2014, Pak Lurah Belian sudah turun ke Masyeba Kirana untuk meninjau lokasi dan melakukan rapat dengan warga dan pihak pengembang Botania II dan pihak Botania II akan secepatnya memberikan solusi atas hal ini (Banjir Menimpa Perumahan Masyeba) dengan membuat parit baru dan atau membongkar penutup parit, tetapi sampai dengan keluhan ini kami sampakan, kami belum melihat akan hal itu. Maka kami mohon kepada Pak Wawako – Rudi bisa mengasihani kami warga korban banjir atas Mega Proyek Komersial PT Fanindo. Kami yakin dengan sepak terjang Pak Wawako saat ini perihal banjir, Kota Batam akan terhindar dari masalah Banjir sebagaimana kota-kota besar lainnya, misalnya Jakarta karena kejelian Pak Wawako atas antisifasi dari awal. Demikian kami sampaikan dan terima kasih, kiranya Bapak berkenan mendengarkan keluhan kami ini.

  2. terus kapan ada tinjauan jalan dan gorong2 dari kampung bagan ke kabil yang melewati DAM ATB. semakin baik jalan semakin lancar perekonomian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here