Dalam amanatnya, Rudi berpesan, Persatuan Indonesia yang merupakan sila ketiga dalam panca sila harus lah diamalkan. “Misalnya, umat Kristiani yang merupakan minoritas di negra ini haruslah bisa bergabung dengan semua agama. Wawasan kebangsaan tidak boleh ditinggalkan,” katanya.
Menurut Rudi, sekarang bukan saatnya lagi mempermalahkan perbedaan. Walaupun berbeda suku, bangsa dan agama, namun tetap bangsa Indonesia. “Yang boleh berbeda hanya saat beribadah. Selain dari itu harus bersatu,” paparnya.
Membangun Batam, sebut Rudi tidaklah bisa hanya dilakukan oleh satu agama atau satu suku saja, namun harus bersatunya semua elemen masyarakat. Pemko Batam, katanya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu. “Pemerintah akan berdiri diatas seluruh agama dan suku. Pemerintah tidak pernah memihak atau membeda-bedakan hal tersebut,” masih katanya.
Seperti diketahui, imbuh Rudi, salah satu siswa SMAK Yos Sudarso mendapat predikat nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi s-Kepri. Hal ini menunjukkan dalam sisi intelektual, siswa-siswa SMAK Yos Sudarso tidak perlu dipertanyakan. “Namun kecerdasan intelektual saja tudak cukup untuk menjadi pemimpin,” imbuhnya.
Rudi juga berpesan pada ana-anak untuk menjaga sikap dan menjadi pribadi yang baik. Karena sikap yang baik atau yang buruk akan terbawa sampai nanti dan akan diingat orang. Selain itu, Rudi juga mengajak para siswa untuk saling membantu temn-teman yang kesulitan.