Home Foto Masyarakat Minta Bantuan Sertifikat Lahan Masjid

Masyarakat Minta Bantuan Sertifikat Lahan Masjid

0
259

Batam,  Masyarakat Perumahan Sakura Permai Kelurahan Kampung Seraya Kecamatan Batuampar meminta bantuan Pemerintah Kota Batam untuk pengurusan legalitas lahan Masjid Nurul Ikhlas. Hal ini disampaikan Sekretaris Pengurus Masjid Nurul Ikhlas saat Safari Ramadhan Walikota Batam, Kamis (25/6).

“Pembangunan masjid ini dirintis sejak 1998. Dibangun atas kemampuan swadaya masyarakat. Masjid ini sudah mendapat izin dari Kemenag. Sudah ada yayasan, sudah ada NPWP, nomor rekening, sudah ada keterangan domisili. Tapi kami belum ada sertifikat lahan fasos. Kami mohon saran dan nasihat Bapak,” katanya kepada Walikota Batam, Ahmad Dahlan dan rombongan.

Dahlan mengatakan pengurusan sertifikat lahan fasilitas sosial ini tidak akan sulit. Karena masjid sudah berdiri, dan letaknya tidak melanggar dari segi tata ruang.

Kepala Dinas Tata Kota, Gintoyono Batong berjanji akan membantu pengurusan sertifikat lahan fasos ini.

“Kalau pengembang masih ada, sampaikan ke kami alamatnya biar kami urus. Kalau pengembang tidak ada, RT RW atas nama masyarakat mengurusnya ke Distako, biar nanti  kami verifikasi. Tapi karena ini memang di kawasan hijau pengembang, jadi alangkah baiknya dilibatkan pengembangnya kalau masih ada,” ujar Gintoyono menambahkan.

Di Masjid Nurul Ikhlas, Walkota beserta rombongan melaksanakan shalat isya dan tarawih secara berjamaah dilanjutkan penyerahan  bantuan pembangunan masjid sebesar  Rp. 30 juta. Sedangkan waktu berbuka dan shalat maghrib dilalui Dahlan di Masjid Nurul Ula, Kelurahan Batumerah, Kecamatan Batuampar.

Pada kesempatan tersebut, Dahlan sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan Rp 60 juta untuk masjid. Bantuan nantinya akan dikirim melalui rekening yayasan masjid.

“Sumbangan ini akan kita gunakan untuk membeli keranda, dan selebihnya untuk pembangunan masjid. Sebagai pengurus TPQ, saya memohon sekiranya ada anggaran juga yang bisa disumbangkan untuk pembangunan TPQ kami ini,” kata seorang pengurus.

> Menurutnya TPQ yang ada di masjid tersebut baru memiliki satu lokal belajar. Sementara jumlah anaknya sudah banyak, mencapai 100 orang.

Menjawab hal ini, Dahlan meminta pengurus untuk membuat yayasan tersendiri bagi TPQ, yang terpisah dengan yayasan masjid. Supaya bantuan bisa diberikan berselang tahun antara masjid dan TPQ. Karena berdasarkan aturan, setiap yayasan hanya boleh menerima bantuan dari APBD dua tahun sekali.

“Untuk pembangunan TPQ, segera ajukan permohonan karena kita sedang bahas anggaran, tapi jangan sama badannya dengan masjid, pengurusnya harus beda. Supaya bantuannya bisa berselang tahun dengan masjidnya,” kata Dahlan.

“Kalau masjidnya Nurul Ula, mungkin TPQ nya dibuat nama Nurul Sani cahaya pertama atau Nurul Tsalits cahaya ketiga. Intinya Pemko serius mendukung pembagunan TPQ. Target kita satu masjid satu TPQ,” sambungnya.

Selain membantu pembangunan, Pemko juga memberikan insentif bagi guru TPQ, sebagai bentuk dukungan. Dahlan berpesan bagi guru TPQ yang belum menerima insentif, agar segera diurus ke Bagian Kesra Setdako Batam.

Menurutnya keberadaan TPQ ini penting di Kota Batam. Tak seperti di perkampungan yang akan terbentuk karena lingkungan. Di Batam, semuanya harus melalui perencanaan.

“Kalau tidak, di mana anak-anak kita akan mendapat pendidikan agama. Kalau di kampung mungkin ada madrasah, surau. Di Batam jangan harap. Semuanya harus by design, dengan perencanaan,” ujarnya.

NO COMMENTS

×

Halaman ini disimpan untuk keperluan arsip.
Semua konten bersifat read-only dan tidak diupdate lagi