Home Foto 300 Pendidik PAUD di Batam Mengikuti Pelatihan

300 Pendidik PAUD di Batam Mengikuti Pelatihan

0
142

Batam – Bunda PAUD Kota Batam, Mariana Ahmad Dahlan mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan. Penobatan dan Pengukuhan Bunda PAUD 12 Kecamatan dan 64 Kelurahan ini digelar di Asrama Haji Batam Centre, Selasa (19/5).

“Mungkin ada yang berpikir, sebulan lalu sudah dilaksanakan, kenapa sekarang dilaksanakan lagi. Ini kita lakukan karena ada perubahan struktur organisasi di Pemko Batam. Ada camat dan lurah yang diganti, maka kita rasa perlu penobatan dan pengukuhan Bunda PAUD juga,” kata Mariana.

Ia menjelaskan, Bunda PAUD di kecamatan adalah istri-istri camat atau camat perempuan. Sedangkan Bunda PAUD kelurahan adalah istri lurah atau lurah perempuan.

Mariana mengatakan sebagai orangtua, kita punya tanggungjawab penuh terhadap anak. Sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari. Dan pendidikan ini harus dimulai sedini mungkin.

Sejak diprogramkan setahun lalu, Pemerintah telah mengembangkan Pos PAUD di kelurahan-kelurahan. Dan kini, semakin banyak anak-anak usia dini, khususnya dari keluarga kurang mampu, yang kini bisa ditampung di Pos PAUD.

“Mungkin ada sebagian orangtua yang sangsi. Tapi tak perlu, karena para pendidik di Pos PAUD sekarang sudah kami bekali dengan beberapa pelatihan, dan Pos PAUD di tiap kelurahan pun sudah dilengkapi media belajar. Pemerintah juga akan melengkapi kebutuhan pendidikan bagi anak usia dini di Batam,” katanya.

Di akhir sambutannya, Mariana mengajak seluruh yang hadir untuk menyatukan visi dan misi pendidikan terutama bagi anak usia dini yang akan menjadi cikal bakal pembangunan nusantara.

Hal senada diungkapkan Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Menurutnya usia emas anak ini perlu disadari dengan baik. Oleh karena itu Pendidikan Anak Usia Dini ini sangat penting.

“PAUD ini sesungguhnya mengacu pada perintah Rasulullah, yang bunyinya tuntutlah ilmu sejak lahir hingga ke akhir hayat,” tuturnya.

Menurut Dahlan, keberadaan PAUD di Kota Batam sangat penting. Karena sebagian besar ibu-ibu merupakan pekerja. Dan di sinilah Bunda PAUD diharapkan bisa memainkan peran. Bukan menjadi ibu bagi setiap anak, tetapi bagaimana memotivasi ibu-ibu lain yang bekerja untuk ikut mengurus anaknya.

“Istri saya dulu juga bekerja di Otorita. Kita merasa mengasuh anak tidak sempurna karena tidak punya cukup waktu untuk pendidikan anak. Perlu disadari bahwa anak-anak ini tidak cukup diberi makan saja, diberi susu saja,” ujar Dahlan.

Kegiatan penobatan dan pengukuhan ini disejalankan dengan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Pos PAUD, KB, TPA, SPS). Ketua Panitia, Annisa mengatakan tujuan pelatihan ini adalah adanya sinergi antara Bunda PAUD dengan pendidik PAUD, serta meningkatkan kualitas pendidik PAUD.

“Hasil yang diharapkan adalah meningkatkan kualitas dan kreatifitas tenaga pendidik sehingga tercapai anak kreatif guna menuju generasi emas indonesia 2045. Pelatihan ini diikuti 300 pendidik dan tenaga pendidik. Dengan narasumber Trainer PAUD Nasional, Dia Llita Sari,” paparnya.

NO COMMENTS