Home Foto Songsong AEC 2015, Komwil I APEKSI Gelar Raker di Batam

Songsong AEC 2015, Komwil I APEKSI Gelar Raker di Batam

0
170

BATAM – Menyongsong Era Asean Economic Community (AEC) tahun 2015, 24 Wali Kota se-Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(APEKSI) melakukan Rapat Kerja (raker), Kamis (17/4) pagi di Hotel Harmoni One. penunjukan Batam sebagai tuan rumah berdasarkan pada Keputusan Rapat Sidang Komwil I Apeksi tentang Penyusunan Program Kerja Komwil I APEKSI Tahun 2013-2015, pada 24 April 2013 lalu di Medan.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan dalam sambutannya mengatakan tema yang diangkat dalam Raker ini adalah “Upaya mengoptimalisasi manfaat dan antisipasi terhadap ancaman dalam rangka pemberlakuan masyarakat ekonomi Asean 2015”. Menurutnya ada 4 pilar yang perlu diperhatikan setiap daerah dalam menyongsong AEC 2015 yaitu, sebagai pasar tunggal, daerah yang memiliki daya saing, equitable development (Pemerataan pembangunan) dan yang terakhir adalah integrasi ke ekonomi dunia. Ahmad Dahlan juga berharap dengan diselenggarakannya Raker ini dapat memberikan output berupa berbagai rekomendasi kebijakan yang dapat menjawab berbagai kebutuhan untuk menghadapi AEC atau Masyarakat Ekonomi Asean.

“Hasil rapat kerja ini juga semoga dapat mendorong penguatan kerjasama antar daerah dalam meningkatkan kesejahteraan antar kota dan memperkuat perekonomian untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat”, imbuh Ahmad Dahlan.

Sementara itu ketua Komwil 1 APEKSI, Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan di era AEC diperlukan sinergi dan penguatan kerjasama antar pemerintah kota. Supaya, Indonesia bukan cuma jadi pasar saat era AEC.

“Penguatannya harus bisa yang saling menguntungkan dan mengisi sesama daerah. Sehingga sinergi ini membuat kita tidak takut atau khawatir berlebihan dengan AFTA ini. Karena sebenarnya kita semua punya kok apa yang dibutuhkan dalam AFTA ini,” ujar Dzulmi.

Saut Situmorang, Staf Ahli Mentri Dalam Negeri (Mendagri) bidang pemerintahan yang hadir mewakil Menteri Dalam Negeri membuka Raker ini menyatakan apresiasinya dengan tema yang diambil oleh Komwil I APEKSI dalam raker tersebut.

Menurut Saut, tema yang diangkat sangat relevan dengan era yang akan terwujud tahun 2015 itu. Dalam pemaparannya, ia mengatakan AEC bisa dilihat dari dua perspektif, yakni peluang dan tantangan. AEC menurut Saut akan membangun integrasi ekonomi yang lebih bermakna di tengah-tengah negara Asean. Sekaligus untuk menjaga stabilitas politik regional Asean.

“Dengan AEC, akan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan menaikkan taraf hidup penduduk Asean. AEC akan menjadi dasar bagi negara-negara Asean,” kata Saut.

Setidaknya ada beberapa keuntungan bagi Indonesia dengan era AEC, pertama Indonesia dapat menjadi pasar potensial Asean. Karena AEC akan menempatkan Asia sebagai pasar terbesar nomor 3. Artinya, 40 persen penduduk Asia pun akan menjadi potensi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi. “Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang tinggi. Sehingga kita pasti mampu memiliki ekonomi yang produktif dan dinamis untuk memimpin AEC,” tutur Saut.

Kedua, Indonesia mampu mewujudkan diri sebagai negara pengekspor. Seperti diketahui, nilai ekspor Indonesia ke negara asia saat ini hanya mencapai 18-19 persen, sedangkan untuk negara di luar asia mencapai 80-82 persen dari total ekspor yang ada. Sudah tentu, keberadaan AEC membuka peluang besar Indonesia untuk mengembangkan ekspor ke negara intra Asia.

“Pasar ekspor kita untuk negara Asia masih besar, dengan begitu bisa berimbang dengan ekspor ke negara di luar Asia. Sekarang untuk produk-produk ekspor kita ke luar negeri diluar Asean itu seperti elektronik, otomotif, kakao, udang, kopi, alas kaki, karet dan biji karet, dan banyak lagi. Sedangkan untuk intra Asia ada minyak mentah, timah, kelapa sawit, karet, biji emas, kakao,” tutur Saut.

Bukan hanya peluang, AEC pun turut membuka adanya tantangan baru, bahkan ancaman untuk Indonesia. Karena pasar yang terbuka bebas, tentu akan menimbulkan persaingan di antara negara Asean. Sehingga menurutnya perlu ada upaya-upaya untuk meminimalisir ancaman tersebut.

“Pak Mendagri minta kita untuk meminimalisir tantangan  itu. Ketika kerjasama selama ini sudah berjalan baik, sudah menimbulkan rasa aman, nyaman, dan menguntungkan, kita juga perlu melihat kembali potensi-potensi yang bisa menggangu itu,” tutur Saut.

Selain itu, dalam raker yang digelar selama 3 hari tersebut akan difokuskan dalam sidang pembahasan terkait program kerja dan isu-isu strategis penyelenggaraan pemerintahan Kota di Wilayah 1 APEKSI. Rencananya, sidang dibagi dalam dua kelompok yakni Kelompok A akan membahas tentang program kerja, sedangkan Kelompok B membahas isu-isu strategis penyelenggaraan pemerintahan Kota. Kemudian hasil pengesahan program kerja dan rekomendasi ini akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI di Kota Dumai pada bulan Mei mendatang.

NO COMMENTS