Home Siaran Pers Revitalisasi Masjid Raya, Wako Tampung Usulan Ustad dan Ulama

Revitalisasi Masjid Raya, Wako Tampung Usulan Ustad dan Ulama

0
279

HUMAS PEMKO BATAM -Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan melakukan revitalisasi pembangunan Masjid Raya Batam. Sebelum revitalisasi dilakukan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi terlebih dahulu meminta masukan dari ustad, ulama dan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Batam, Erizal Abdullah. Selasa (3/4) bertempat di ruang rapat lantai IV Kantor Walikota telah dilakukan pemaparan rencana revitalisasi masjid oleh pihak konsultan. Rencananya revitalisasi Masjid Raya akan dianggarkan melalui APBD murni tahun 2019. Pembangunan masjid ini akan dianggarkan secara multiyears melalui APBD.

“Tadi kita sudah minta masukan dari ustad dan ulama. Sebelum DED nya dibuat kita dudukkan dulu mau dibuat seperti apa pembangunannya. Bagaimana bangunan masjid kan sudah ada standarnya. Yang jelas akan kita imbangi dengan budaya melayu karena kita berada di tanah melayu,” sebut Wali Kota usai rapat revitalisasi.

Untuk status aset Masjid Raya, Wali Kota mengatakan bahwa pada 18 April staf dari Kementrian dan Keuangan bersama dengan staf presiden akan turun untuk melakukan verfikasi. Mengingat aset yang akan diserahkan ke Pemko merupakan aset yang besar maka proses serah terima aset itu sampai ke Presiden. Terkait revitalisasi masjid itu menurutnya ada beberapa yang harus segera diperbaiki. Seperti kamar mandi (tempat berwudhu”, sound system dan pengeras suara di luar masjid.

Dari paparan yang disampaikan pihak konsultan, bangunan masjid secara kontruksi masih bagus dan kuat. Komponen arsitektur dan elektrikal yang mengalami penurunan fungsi. Dari hasil analisa dan survey yang dilakukan revitalisasi akan dibagi menjadi tiga bagian, masjid, tempat wudhu, plaza, land scape dan basement.

Sebagai bahan masukan Wali Kota menyampaikan agar bagian plaza (pelataran) dapat menampung jamaah dengan kapasitas 15 sampai 20 ribu. Payung mekanikal yang semula akan dibuat empat, menurutnya harus ditambah sehingga ketika ada acara bisa dimanfaatkan. Di sekeliling Masjid Raya menurutnya akan dibangun ornament melayu untuk mempercantik masjid. Ia juga meminta kepada Kepala Dinas Cipta Karya, Suhar melakukan cek ke masjid untuk mengetahui apa-apa yang harus dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga pada Ramadhan betul-betul bisa difungsikan.

“Supaya pada saat kegiatan keagamaan outdoor bisa dimanfaatkan. Ke depan masjid ini bisa dibanggakan,” ujarnya.

Ketua MUI Kota Batam, KH Usman Ahmad memberi masukan agar kamar mandi laki-laki dan perempuan dibuat terpisah. Selanjutnya melengkapi fasilitas di area masjid selain sebagai tempat ibadah juga sebagai zona ekonomi, pendidikan. “Sebagai kota wisata bagaimana masjid ini bisa menjadi salah satu tujuan untuk wisata religi,” usulnya.

Kakan Kemenag Kota Batam, Erizal Abdullah mengatakan agar dalam pembangunannya masjid dilengkapi dengan nuansa digital. Ada zona ekonomi, sehingga orang yang selesai beribadah jika ingin makan tidak perlu keluar dari area masjid. Sehingga ekonomi syariah bisa dibangkitkan.(HP)

NO COMMENTS

×

Halaman ini disimpan untuk keperluan arsip.
Semua konten bersifat read-only dan tidak diupdate lagi