Home Siaran Pers Operasi Pasar Upaya Untuk Mengintervensi Harga Pasar

Operasi Pasar Upaya Untuk Mengintervensi Harga Pasar

0
163

HUMAS PEMKO BATAM – Operasi pasar merupakan upaya pemerintah untuk mengintervensi harga pasar yang meninggi di saat-saat tertentu. Ketika harga beras meningkat, maka Bulog diminta melepas kebutuhan pangan itu ke masyarakat dengan harga yang ditentukan pemerintah, demi menyetabilkan kembali harga. Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Minggu (11/11) di Hotel Nagoya Hill. Acara ini dihadiri Walikota Batam, Muhammad Rudi bersama seluruh kepala dearah se Indonesia. Juga hadir Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan se-Indonesia.

“Untuk operasi pasar, disiapkan 2,4 juta ton beras Bulog,” ucap Enggar.

Peran Bulog, saat ketersediaan berkurang harga naik, maka Bulog melakukan operasi pasar dengan harga yang di tetapkan. Masyarakat harus diberikan pilihan. Kalau operasi pasar berjalan berdasarkan pengalaman, 10.000-15.000 ton per hari terserap.

“Gula tidak ada masalah, semua di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), daging tidak ada masalah, minyak goreng sedang di pantau dengan cara memantau seluruh pabrik minyak goreng, bawang merah aman,” tegas Enggar

Menurutnya, semua ini merupakan rutinitas yang di lakukan tetapi tetap menjadi perhatian penting.(HP)

NO COMMENTS

×

Halaman ini disimpan untuk keperluan arsip.
Semua konten bersifat read-only dan tidak diupdate lagi