BATAM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Mohammad Nuh bersilaturahmi dengan guru-guru se-Batam, Jum’at (6/6) di Hotel Goodway. Menteri memberikan motivasi pada para guru supaya lebih profesional dalam bekerja.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Yatim Mustofa mengatakan jumlah guru di Batam sebanyak 11 ribu orang. “Jumlah ini merupakan yang terbanyak dibandingkan Kota/Kabupaten lain di Provinsi Kepri,” katanya.
Menurutnya, kehadiran Mendikbud untuk memotivasi dan meningkatkan pengetahuan para guru supaya siap menjalankan kurikulum 2013. “Pada dasarnya para guru di Batam dan Kepri siap menjalankan kurikulum 2013,” paparnya.
Selain itu kedatangan menteri juga untuk evaluasi program-program yang telah dilaksanakan seperti Ujian Nasional, sertifikasi guru dan berbagai pelatihan pendidikan.
Wakil Walikota Batam, Rudi mengatakan dari 11 ribu guru di Batam, lima diantaranya Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai honorer, sisanya adalah guru swasta. Pemerintah, sebut Rudi senantiasa memperhatikan nasib para guru khususnya guru swasta. Saat ini, pemerintah memberikan insentif sebesar Rp.600 ribu untuk guru swasta yang terdaftar. “2015 akan dinaikkan menjadi Rp.1 juta,” katanya.
Rudi menilai banyak guru swasta yang digaji dibawah upah minimum, sehingga pemerintah dirasa perlu untuk membantu. “Kalau gurunya sejahtera tentu semangat mengajar dan muridnya pun akan pintar,” imbuhnya.
Batam, sebutnya pada awalnya memang tidak dibangun sebagai kota pendidikan. Namun seiring dengan pertumbuhan penduduk yang kini mencapai 1,2 juta jiwa maka pemerintah harus mendirikan sarana pendidikan. “Kalau tidak disiapkan generasi yang pintar maka cita-cita Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi tentu tidak akan tercapai,” katanya.
Terkait anggaran pendidikan, Kota Batam telah mengalokasikan 28 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBN) untuk pendidikan. Rudi berharap di masa datang, Batam bukan hanya terkenal sebagai kota industri, perdagangan dan pariwisata, namun juga akan menjadi pusat pendidikan di Kepri.
Mendikbud Mohammad Nuh berterima kasih pada pemerintah Kota Batam yang sangat memperhatikan dunia pendidikan. Menurutnya, dengan komitmen dari pemerintah dan semua pihak, maka pendidikan di Batam akan maju. “Di masa datang Insya Allah Batam bukan hanya menjadi pusat ekonomi, melainkan juga pendidikan. Bahkan dalam 20 tahun ke depan akan mengalahkan pendidikan di Singapura,” katanya.
Mohammad Nuh menjelaskan guru yang profesional akan memiliki kinerja yang baik dan kualitas pendidikan akan semakin bagus. “Profesionalitas guru tentu harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan kepada para guru,” paparnya.
Para guru sebutnya merupakan sumber mata air yang tidak akan pernah habis bagi siapa saja yang membutuhkan ilmu. “Sehingga sudah menjadi tugas para guru untuk terus meningkatkan pengetahuan, profesionalitas dan kapabilitasnya,” imbuh Mendikbud.
Menyinggung kurikulum 2013, menurut menteri, anak-anak dibiasakan mengobservasi, mengembangkan kemampuan bertanya, mengembangkan kemampuan berfikir, membiarkan anak-anak bereksperimen serta membiasakan berkomunikasi dan menyampaikan hasil pelajaran. “Dengan kurikulum 2013 maka pendidikan anak bangsa akan semakin baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud menyampaikan video anak-anak yang menerima program bidik misi. Dengan program tersebut, anak-anak dari golongan ekonomi kurang mampu bisa berkuliah di perguruan tinggi negeri seperti ITB, UI, UGM dan Unpad. “Dengan program ini, kita patahkan pendapat bahwa orang miskin dilarang kuliah,” pungkasnya.