Home Foto Baunya Buat Lapar Dahlan Tinjau Lomba MPASI

Baunya Buat Lapar Dahlan Tinjau Lomba MPASI

0
939

Batam – Kreativitas ibu-ibu PKK dalam menyajikan makanan pendamping ASI teruji di Lomba MPASI dalam rangka Jambore PKK Tingkat Kota Batam Tahun 2015 di Dataran Engku Putri, Sabtu (6/6). Tak hanya dari segi bahan yang digunakan, tapi juga bentuk penyajian dan nama yang digunakan.

Seperti Kecamatan Sei Beduk di meja nomor 1 yang membuat menu “Nila Berendam”. Makanan berbahan dasar ikan nila, udang, tahu dan telur ini dikukus membentuk ikan kemudian disiram dengan kuah sup berisi sayuran.

Atau dari Kecamatan Batuaji yang menyajikan nasi tim udang dengan nama “Urango Laparozt”. Sementara dari Kecamatan Nongsa membuat menu Bento Ayam Mentega yang dibentuk menyerupai boneka beruang. Dan dari Kecamatan Bengkong membuat agar-agar dan buah berbentuk hewan berukuran kecil.

Dewan juri, Ii mengatakan bentuk penyajian ini juga merupakan bagian dari penilaian.

“Itu termasuk dalam poin penampilan. Artinya bukan cuma rasa, cara penyajian yang bisa menarik minat anak untuk makan juga penting,” kata Ii.

Selain penampilan, kebersihan juga menjadi poin penilaian dalam lomba ini. Kriteria lain yang harus terpenuhi yakni bahan dasar mudah dicari, dan harga menu-menu yang disajikan tak boleh lebih dari Rp 50 ribu. Poin penilaian lainnya yakni terkait rasa, kekompakan kader, serta kesesuaian menu dengan usia anak.

Adapun juri lomba ini berasal dari ahli gizi Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K), dan Tim Penggerak PKK Kota Batam.

Walikota Batam, Ahmad Dahlan berkesempatan meninjau pelaksanaan lomba. Kehadiran orang nomor 1 di Batam ini sempat membuat peserta lomba grogi.

“Bapak bikin grogi saja,” kata seorang peserta yang tangannya bergetar ketika sedang menata makanan.

Dahlan mengapresiasi lomba yang digelar TP PKK Kota Batam ini. Bahkan ia mengaku lapar setelah berkeliling melihat ibu-ibu tersebut memasak.

“Baunya buat lapar,” kata-kata yang pertama keluar dari Dahlan, menanggapi lomba MPASI ini.

Dahlan berharap agar kreativitas ini tak cuma berhenti pada lomba. Tapi juga diterapkan dan disebarluaskan ke ibu-ibu melalui kader PKK.

“Yang saya tekankan, pertandingan begini harus menggunakan bahan dasar beras, karena however kita di daerah tropis ini makannya beras. Jadi kalau anak mau dipaksakan makan yang bukan dari beras, susah. Kita harus sesuaikan dengan karakter hidup kita, supaya hasil dari lomba ini bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari,” kata Dahlan.

NO COMMENTS