“Rusun kita banyak, bisa sewa. Di Lancang Kuning ada, Kabil ada, Mukakuning ada. Kalau Bapak Ibu mau, bisa saya rekomendasikan, meski sebenarnya diprioritaskan untuk pekerja,” ujarnya saat Tarawih Safari Ramadhan di Masjid Al-Ikhlas Kampung Pisang, Jumat (26/6).
Dahlan menceritakan, dalam masa kerjanya 20 tahun di Otorita Batam (sekarang BP Batam), ia pernah bertugas di bagian pembinaan masyarakat. Salah satu bidang kerjanya adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di pemukiman liar agar pindah ke pemukiman resmi sesuai peruntukan.
Dulu, kata Dahlan, warga yang bermukin di rumah tak berizin, mendapat kompensasi berupa tanah kavling, seperti kavling di Telaga Punggur, Batuaji, dan Sagulung.
“Tapi sekarang lahan untuk kavling sudah terbatas. Makanya kita arahkan ke rusun,” cerita Dahlan.
Pada kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Kampung Pisang, Mansur menyampaikan permintaan warga terkait pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akte Kelahiran.
Untuk hal ini, Dahlan minta masyarakat tak perlu khawatir. Karena selagi ada surat pindah dari daerah asal, tidak ada alasan bagi Pemerintah Kota Batam untuk tidak menerbitkan KTP.
“Masalah KTP jangan khawatir, inshaa Allah kita bantu. Asal ada surat pindah tak ada alasan RT, RW, Lurah, Camat dan Disduk melarang orang tinggal di Batam. Tapi, kalau tidak ada surat pindah, kemudian KTP terbit, itu yang tidak boleh, karena datanya jadi ganda,” kata Dahlan.
Akte kelahiran juga tidak ada masalah, sambung Dahlan. Menurutnya, orang yang tidak lahir di Batam pun sekarang bisa membuat akte kelahiran di Batam. Ia menekankan bahwa pejabat pemerintahan tak boleh mempersulit pembuatan akte kelahiran ini.
“Hubungi pak RT, RW, Lurah, Camat kemudian Disduk. Kalau ada masalah lapor saya. Urus segera, karena ini perlu untuk kebutuhan lainnya, seperti untuk nikah, kuliah, cari kerja, buat paspor, dan lainnya,” pesan Dahlan sambil menyebutkan nomor handphone-nya kepada warga.
Untuk membantu pembangunan masjid di tengah pemukiman padat penduduk ini, Pemerintah Kota Batam memberikan dana sebesar Rp 25 juta. Bantuan secara simbolis diserahkan Dahlan kepada pengurus masjid, Sabar. Sebelumnya, saat buka puasa bersama di Masjid Jami’ Baloi Centre, Kecamatan Lubuk Baja, Dahlan juga menyerahkan bantuan pembangunan masjid senilai Rp 30 juta.
“Uangnya ini bukan cash, tapi akan ditransfer ke rekening yayasan masjid,” tuturnya.