Walikota Batam, Ahmad Dahlan menjelaskan sebagai kota yang di desain sebagai kota Industri, Perdagangan, Jasa dan Pariwisata telah menempatkan Batam sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi terpesat di Indonesia. “salah satu keberhasilan Batam di sektor industri adalah industri galangan kapal terbesar di Indonesia yang sebelumnya predikat tersebut disandang oleh Surabaya”, jelas Ahmad Dahlan saat diwawancarai dalam program talkshow “Untukmu Indonesiaku” produksi tempo tv di Studio Kebon Sirih Jakarta, Rabu (30/4).
Dalam obrolan santai yang dipandu langsung oleh Pemimpin Redaksi Tempo TV, Wahyu Muryadi didampingi Co Host Sara Risma selama 60 menit tersebut , Ahmad Dahlan memaparkan rencana serta implementasi pembangunan kota Batam ke depan. Untuk sektor pariwisata misalnya, Wako menjelaskan saat ini Batam menempati urutan ke tiga jumlah kunjungan wisatawan asing setelah Bali dan Jakarta. “kita saat ini berada di urutan ke tiga untuk jumlah kunjungan wisatawan asing setelah Bali dan Jakarta. Angkanya kurang lebih 1,2 juta wisman dan lebih dari 5 juta wisatawan nusantara”, ujar pria kelahiran asli Batam tersebut.
Ke depan Ahmad Dahlan menggagas akan mengajak Kota dan Kabupaten khususnya di Sumatera untuk melakukan kerjasama di bidang pariwisata dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan menjadikan Batam sebagai kota penghubung wisatawan yang masuk melalui Batam. “potensi wisata yang dimiliki daerah-daerah khususnya di Sumatera sangat potensial, ada danau toba di Sumatera Utara, festival Sungai Musi di Palembang. Namun selama ini selalu melalui Jakarta. Batam yang selama ini menjadi gateway ingin juga menjadi hub untuk mendistribusikan wisatawan ke daerah-daerah wisata di Sumatera”, tutur Ahmad Dahlan.
Pemred Tempo Tv, Wahyu Muryadi mengatakan sejumlah daerah di Indonesia tak hanya memperlihatkan geliat pembangunan yang positif, tetapi juga memiliki terobosan spektakuler. Tentu saja untuk bisa melaksanakan hal tersebut dibutuhkan tangan dingin pemimpin yang mau bekerja keras memikirkan rakyatnya. Rata-rata daerah yang menunjukkan pertumbuhan positif dikawal oleh kepala daerah yang berintegritas dan memiliki visi pembangunan yang jelas.