HUMAS PEMKO BATAM – Walikota Batam, Muhammad Rudi bersama Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menyerahkan secara simbolis penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4 kepada perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM) Kecamatan Batam Kota, Selasa (6/11) di Hotel Sydney Batamcentre. Besaran dana PKH yang diterima KPM selama satu tahun sebesar Rp1.890 ribu. Di Kecamatan Batam Kota jumlah KPM yang menerima PKH sebanyak 1.740 orang.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Batam, Hasyimah menjelaskan Kementrian Sosial memberikan kuota PKH untuk Kota Batam sebanyak 21.712 atau 58 persen dengan total bantuan dalam setahun Rp41.035.680.000,-.
“PKH ini merupakan program dana non tunai bersyarat yang ditujukan untuk memperbaiki kualitas sumber daya anak dari KPM. Sehingga ke depan mereka mampu membawa keluarganya keluar dari garis kemiskinan,” jelas Hasyimah.
Menurutnya KPM PKH Kota Batam juga sudah memberdayakan KPM PKH dengan 36 e warung sebagai agen BPNT dan BRI Link. Sementara untuk KPM PKH sejahtera mandiri sebanyak 7 orang dan 10 orang anak berprestasi. Acara ini juga disejalankan dengan Penyerahan Program BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2018 kepada masyarakat di Kecamatan Batam Kota. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Surya Rizal menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Walikota Batam yang telah meminta BPJS Ketenagakerjaan untuk berperan aktif.
“Program yang kita lakukan ini untuk pengentasan kemiskinan dan mengurangi potensi kemiskinan di daerah. Karena dengan dana yang kita cover untuk korban baik yang meninggal akibat kecelakaan kerja, meninggal biasa maupun karena bunuh diri diharapkan dapat digunakan ahli waris sebagai modal usaha,” jelasnya.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nyat Kadir dalam sambutannya mengaku salut kepada pasangan Walikota dan Wakil Walikota Batam yang memberi perhatian untuk Batam disemua bidang. KPM PKH ini menurutnya salah satu bentuk perhatian dari pemerintah terhadap masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan.
“Pak Walikota bukan hanya memperhatikan pembangunan infrastruktur di Kota Batam, melainkan juga persoalan sosial. Termasuk keselamatan masyarakat pun melalui program BPJS. Ini bentuk perhatian dan kepedulian beliau terhadap masyarakat Kota Batam,” pujinya.
Walikota Batam, Muhammad Rudi menyebut KPM PKH ini merupakan bentuk perhatian Presiden RI sebagai salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Diharapkan melalui bantuan ini masyarakat dapat merasakan manfaatnya diantaranya untuk memeriksakan kehamilan, imunisasi, memperoleh layanan pendidikan. Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batam salah satunya dengan membangun pariwisata Batam.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam menurutnya akan berdampak kepada penghasilan masyarakat Batam. Ia mengatakan Pemko Batam sengaja membangun infrastruktur jalan tahap awal di Kecamatan Lubuk Baja dan Batam Kota. Dari data BPJ semester pertama jumlah kunjungan wisatawan mancanegara berjumlah 1.044 jiwa. Diharapkan pada akhir tahun bisa mencapai angka 2 juta jiwa.
“Hari ini pertumbuhan ekonomi di Batam sudah hampir 5 persen. Ini kerja siapa? Kerja bapak/Ibu yang membantu pemerintah menjaga agar Batam tetap aman. Tanpa rasa aman dan nyaman orang tidak akan mau datang ke Batam,” sebutnya.
Tak lupa Rudi menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah membantu masyarakat melalui program asuransi.(HP)